Thursday, October 28, 2010

one week for all -opening-

Hai! Kembali lagi dengan Aoryuu ^^ hehehe..

Sebelum na, maaf ya belum bisa melanjutkan kedua cerita n satu cerita di blog-ku itu .. maaf.. mood na masih belum dapat..

Untuk kali ini, aku mencoba cerita baru yang ak sendiri belum pernah buat sebelum nya

Ok.. thanx y ^^b

------00explanationz00-----

Des: Konomi-sensei (tambah cakep ja -dtendang keluar-)

Rat: M

TimeLine: liburan kenaikan (untuk angktn kls 3-kuliah ; kls 2 – kls 3 ; kls 1- kls 2)

Charaters: no main characters!

Info: kali ini cerita na merupakan kumpulan seluruh pasangan yang aku suka ^^ hehehe.. jadi pasangan2 yang ada sesuai dengan pasangan yang biasa di’perlihatkan’ dalam kesehariannya.. no crossing... (maaf kalo ada yang suka crossing)... namun.. akankah ada ending na?? (author dudutz)

Song: ...

----oostart_Openingoo----

Rasanya begitu berat bagi seluruh anak kelas tiga menghadapi berbagai banyak ujian, dari ujian praktek, ujian sekolah hingga ujian negara. Setelah melewati semuanya, mereka juga harus melanjutkan kegiatan mereka dengan acara kelulusan mereka sendiri walaupun dibantu oleh beberapa guru dan adik kelas mereka. Setelah semuanya berakhir, Atobe Keigo mengirim keseluruh sekolah yang pernah dia temui.

Sebarkan keseluruh anggota kalian dan datanglah bersama dengan pasangan kalian kerumahku pukul 7 malam Sabtu ini. –Atobe Keigo-

Pesang singkat tersebut diterima oleh banyak anggota dari teman maupun lawan.

-hyoutei-

Atobe menutup lokernya lalu kembali mengumumkan kepada anggota regularnya. “Bagaimana dengan rencana ore-sama? Menarik bukan?! Hahahaha...” Atobe mulai melirik dua pasangan doublenya yang sepertinya sudah ada persiapan.

Oshitari bersama dengan Mukahi sepertinya tidak memperhatikan. Mereka sudah sibuk dengan dunianya sendiri. Ohtori bersama dengan Shishido, dia sedang membujuk senpainya untuk datang. Sedangkan Jirou asik dengan tidurnya, dan Hiyoshi sedang merapikan tasnya.

“Kapten, haruskah kami datang?” tanya Hiyoshi menghapus keheningan yang ada.

“Tidak. Kesempatan ini aku berikan kepada kalian yang ingin melewatkan saat-saat terakhir kalian dengan pasangan kalian saja. Kamu mengerti?” Hiyoshi mengangguk.

Atobe duduk dibangkunya dan merapikan beberapa berkas. “Kabaji, kamu akan datang, kan?” bisik Atobe sambil sedikit menundukan wajahnya.

“Usu!” jawab Kabaji seperti biasa. “Tentu saja aku akan datang, Keigo” bisik Kabaji yang cukup membuat wajah Atobe memanas.

-Fudomine-

“Tawaran yang menarik” Anggota lainnya ikut mendengarkan pengumuman singkat yang dibacakan oleh Tachibana.

“Jadi, siapa saja yang akan datang?” sambung Kamio dengan semangat.

“Entahlah...” gumam Tachibana. “Apa dari kalian sudah ada yang punya pasangan?”

Seluruh anggota hanya diam membatu.

“Sepertinya belum...” pikir Tachibana sambil membaca ulang dalam hatinya.

-Seigaku-

Tezuka membuka handphonenya sejenak ditengah latihan. “Seluruh anggota regular, berkumpul!” dengan hitungan detik, semuanya sudah berkumpul. Tezukapun membacakan pesan yang didapatnya dan menanyakan pendapat kepada yang lainnya.

“Tentu saja kita akan datang, Tezuka” jawab Fuji sambil berdiri disebelahnya.

Eijipun langsung melingkarkan tangannya pada tubuh Oishi, “Oishi, kita akan datang, kan?”

Wajah Oishi mulai memerah dan mengangguk pelan. “Terserah kamu, Eiji”

“Asik, nyaw” jawab Eiji dengan gayanya yang tidak berubah itu. “Lalu, bagaimana dengan Ochibi dan Momo?” senpai satu ini langsung melingkarkan tangannya pada kedua bahu adik kelasnya itu.

“Aduh, Eiji senpai” keluh Ryoma yang terganggu dengan acara minum pontanya itu.

“Echizen” terlihat wajan Momoshiro yang memerah. “Kamu akan datang, kan?”

“Aku tidak tahu” jawab Echizen sambil menurunkan topinya.

-Yamabuki dan St.Rudolph-

Secara tidak sengaja, Sengkoku bertemu dengan Mizuki dan Yuuta saat membeli peralatan tenis mereka. “Hai, Mizuki” sengkoku langsung menyambar mereka sambil melingkarkan tangannya pada bahu mereka. “Apa kalian mendapat pesan dari Atobe?”

“Kamu juga dapat?” Sengkoku mengangguk. “Siapa saja yang akan datang?”

Sengkoku menggeleng. “Tidak tahu. Masing-masing dari mereka sudah punya acara sendiri-sendiri. Yang aku tahu, Taichi sedang berusaha membujuk Akutsu untuk datang!” penjelasannya itu dijawab dengan wajah terkejut. “Ya... Taichi memang sudah mengidolakan Akutsu sejak lama. Namun sampai saat ini, Akutsu masih saja tidak memberikan resopon apa-apa. Bagaimana dengan kalian sendiri?”

“Hmm...” Mizuki berfikir sejenak. “Yang aku tahu, Atsushi ingin bertemu dengan kembarannya itu. Kaneda bersama dengan Akazawa berencana untuk liburan bersama, lalu...” kali ini dia melirik Yuuta. “Mungkin aku akan pergi bersama dengan dia” Yutta sedikit terhentak.

“Benarkah?” tanya Sengkoku meyakinkan. “Sepertinya disana akan menarik...”

“Ya...” Jawab Mizuki singkat dan raut wajah Yutta semakin memerah.

-Shittenhouji, Rokkaku dan Higa-

Setelah latihan berakhir, seluruh anggota Shittenhouji berkumpul di kedai ramen. Mereka memang sudah merencanakan untuk mengadakan pesta perpisahan dengan kemampuan mereka sendiri. Setelah memesan, Shiraishi mulai membacakan pengumuman yang diterimanya itu. “Jadi, akankah ada yang datang?” tanyanya. Berhubung jarak tempat tinggal mereka dengan rumah Atobe cukup jauh, tidak memungkinkan semuanya akan datang.

“Yuu-kun~” seperti biasa Koharu menempel pada pasangannya itu. “Kita datang nggak? Tapi biayanya kan mahal...”

“Sudahlah Koharu. Lebih baik kamu kerumahku dari pada kesana, kan?” balas Yuuji sambil memeluk Koharu yang cukup membuat teman-teman lainnya langsung membuang muka.

“Senpai, bagaimana?” bisik Zaizen yang duduk disebelah Kenya. “Apa senpai akan menemui saudaramu itu?”

“Tidak tahu... Memangnya kamu mau datang?”

“Ti-tidak tahu...” zaizen menundukan kepalanya.

Kali ini Kintaro yang angkat bicara, “Gin, kamu akan menemui adikmu ?”

“Sepertinya. Memang ada apa?”

“Aku titip oleh-oleh ya” seperti biasa, Kintaro hanya memikirkan hadiah dan makanan.

Disisi lain, Chitose dan Shiraishi.

“Kamu akan datang?” bisik Shiraishi yang wajahnya memerah akibat malu dan gumpalan asap mengenai wajahnya.

“Ya. Aku ingin bertemu dengan Tachibana dan yang lainnya. Apa kamu mau ikut?”

“Bo-bolehkah?”

Chitose tersenyum dan mengkaitkan jarinya pada tangan Shiraishi dibawah meja.

“Oh ya” Shiraishi tiba-tiba saja mengambil handphonenya dan mengetik sesuatu.

“Ada apa, Shiraishi?” tanya Chitose terlihat bingung.

“Aku lupa memberitahu Atobe kalo dari Rokkaku dan Higa tidak bisa datang”

“Karena?”

“Hahaha... Hahaha... sama seperti kita... Biaya”

Chitose hanya ber ‘o’ ria dan kali ini mendekatkan tubuhnya pada Shiraishi.

-Rikkaidai-

Latihan hari ini diadakan lebih cepat karena liburan yang segera menanti. Seperti biasa, Sanada dengan setia menunggu Yukimura sampai selesai mengerjakan diruang klubnya itu. Namun ditengah-tengah pekerjaannya, Sanada mulai merasa aneh dengan raut wajah Yukimura yang tersenyum. “Yukimura, adakah hal lucu?”

Yukimura mengangkat wajahnya dan tersenyum. “Sanada, maukah kamu menemani aku ketempat Atobe?”

“Hah? Untuk apa?” raut cemburu Sanada mulai terlihat.

Yukimura yang mengerti situasinya langsung menjelaskan. “Aku, Atobe dan Shiraishi mengadakan sebuah acara untuk seluruh anggota regular tenis yang kita kenal. Karena rumah Atobe lebih besar, maka diadakan acara tersebut di rumahnya...”

“Acara apa?”

Yukimura bangkit dari tempat duduknya, berjalan mendekati Sanada dan memeluknya. “Ini... acara seperti ini yang kami adakan...”

Sanada masih tidak mengerti namun wajahnya menjadi memanas dan detak jantungnya berdetak cepat. “Maaf, Yukimura. Aku masih tidak mengerti...”

“Kamu ini...!” Yukimura langsung menarik wajah Sanada dan menciumnya. “Kamu tahu, jarang sekali kita bisa bersama, jalan berdua ataupun menikmati saat-saat hanya berdua saja. Saat aku mengajukan itu, Atobe dan Shiraishi ternyata mempunyai pemikiran yang sama. Oleh karena itu, aku berharap kamu datang dan melihat bahwa tidak hanya kita yang seperti ini...”

Yukimura yang menyandarkan kepalanya pada dada Sanada, hanya bisa menenggelamkan wajahnya. Sanada dengan lembut mengelus rambut biru ikalnya. “Selain kita, siapa lagi yang akan datang?”

“Sepertinya semuanya... Yagyuu sedang dibujuk oleh Niou, Akaya akan datang bersama dengan Yanagi, dan Marui akan datang bersama dengan Jackal”

“Ooh...”

-dikediaman Atobe-

Setelah semuanya berkumpul, seperti biasa dengan pakaian lengkap serba hitam dan kemeja putih, Atobe berjalan perlahan menuju mimbar panggung. “Selamat datang di kediaman Atobe Keigo!”

Dari seluruh undangan yang diberikan, sudah ada beberapa dari mereka yang datang seperti Oshitari-Mukahi, Ohtori-Shishido dan Jirou bersama dengan Marui.

“Jirou!” panggil Shishido sambil berlari kecil. “Ternyata kamu datang juga bersama dengan...

“Marui-kun” nada suara Jirou seperti anak kecil sambil memeluk orang yang sangat dia sukai itu. “Bagaimana? Aku sudah dari dulu menyukainya dan untung saja dia mau datang...”

“Salam kenal” Marui menundukan kepalanya.

“Ah...” Shishido menundukan kepalanya. “Aku pikir kamu bersama dengan...”

“Oh...” Marui tersenyum. “Dia ada urusan keluarga dan mau tidak mau dia harus pulang ke brazil”

Tidak lama kemudian datang beberapa pasangan lainnya seperti Tezuka-Syuusuke, Eiji-Oishi, Mizuki-Yuuta, Kaneda-Akazawa dan Akutsu-Taichi.

“Huaaa...” kagum Taichi. “Hebat sekali disini, Akutsu senpai”

“Berhentilah bersikap norak seperti itu” keluh Akutsu dan menarik bahu Taichi yang hanya setinggi bahunya.

“Ternyata kalian datang!” seru Akazawa kepada Mizuki.

“Tentu saja. Jarang-jarang kan ada acara seperti ini” sambung Mizuki dengan gaya sombongnya.

“Ternyata banyak sekali disini...” kagum Eiji sambil menarik tangan Syuusuke dan berjalan mengitari sekelilingnya.

“Eiji...” Oishi hanya bisa menghela nafas.

Ditengah perjalanan kelilingnya, Eiji melihat beberapa kumpulan lagi. Mereka adalah Sanada-Yukimura, Yagyuu-Niou, Akaya-Renji dan Chitose-Shiraishi.

“Hai!” Sapa Eiji sambil berjalan mendekati mereka.

“Hua... kalian datang juga” sapa Syuusuke sambil berjalan menyusul Eiji.

“Tentu saja!” jawab Niou antusias. “Fuji, kamu datang bersama dengan dia?”

Fuji menggeleng dan menunuk kearah belakang tempat Tezuka berada.

“Shiraishi, untung saja ramai” Yukimura memeluk lengan Sanada yang membuat Sanada hanya bisa memalingkan wajahnya saja.

“Tentu saja. Kalau tidak sayang sekali, bukan?”

“Ternyata ini rencana kalian?” sambung Chitose yang belum tahu apa-apa.

“Ya...” Shiraishi menunduk malu.

Setelah yakin semuanya sudah berkumpul, Atobe mulai membacakan pengumumannya. “Terima kasih untuk kalian yang sudah mau datang ketempat ore-sama. Setelah ini, harap kalian berjalan menuju taman belakang rumah karena disana sudah disediakan kapal untuk menuju kediaman ore-sama yang lainnya. Aku harap kalian semua tidak mabuk laut...”

“Yukimura...” bisik Sanada tanpa bergerak.

“Ya? Ada apa?”

“Ini juga bagian rencana dari kalian?”

“Tidak... Aku juga baru tahu. Benarkan, Shiraishi?”

“Ya... Atobe tidak mengatakan apa-apa dengan kami. Ada apa Sanada?”

“....”

“Baiklah. Kalau kalian sudah mengerti, sekarang kalian bisa menuju taman belakang dan segera memasuki kapal. Ore-sama tidak mau ada dari kalian yang terluka ataupun sakit. Kalau ada yang butuh obat-obatan, segera katakan kepada ore-sama ataupun kepada Yukimura dan Shiraishi selaku bagian perlengkapan...” jelas Atobe sambil berjalan turun dan menunjukan taman belakang yang dimaksud. Dengan segera, mereka memasuki kapal dan berjalan menuju pulau milik keluarga Atobe yang cukup jauh dari kota.

Bagaimanakah dengan keadaan mereka selama dikapal? Seperti apakah perjalanan mereka dan keseharian mereka selama dipulau milik Atobe tersebut? Kita lihat di chapter berikutnya...

-----end----

Hua... akhirnya selesai ^^b

Maaf ya aku buat cerita yang agak anegh (emang aneh banget!)

Untuk kelanjutan ceritanya adalah pasangan masing-masing.. jadi tidak berlanjut seperti biasa yang aku buat selama ini ^^ hanya one side story ja.. ^^ tapi semua na nanti full M >< (baru kali ini publish full di ffn.. hahahaha...)

Ok.. ja ne ^^ (kalo nggak suka pasangan na, skip ja ya ^^b



next: one week for all -tezukafuji-

No comments:

Post a Comment